Pages

Kamis, 06 Mei 2010

Metode Penelitian dan Telaah Pustaka (V)

Sumber :

Skripsi milik Dhyana Nur dari program studi Ilmu Komuputer fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor dengan judul “Pembangunan Sistem Informasi Tingkat Keanekaragaman Tumbuhan Vegetasi (Studi kasus di Taman Nasional Way Kambas)”.

http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/2363


Skripsi ini memiliki latar belakang yaitu selama ini pengolahan data dalam bidang kehutanan yang terkait dengan perhitungan beberapa parameter kuantitatif vegetasi dan keanekaragaman jenis tumbuhan vegetasi dilakukan secara manual.

Tentu saja tujuan skripsi ini untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis tumbuhan pada suatu lokasi atau habitat hutan tertentu.


Ulasan:

Data pada penelitian ini berasal dari Taman Nasional Way Kambas,menggunakan teknik sampling. Sistem ini memiliki tiga fungsi yaitu fungsi input, fungsi output, dan fungsi cari data pada peta. Input sistem berupa lokasi tumbuhan, waktu dilakukan survey, banyak petak contoh, nama lokal tumbuhan, diameter tumbuhan dan nomor petak ditemukannya sutu tumbuhan. Output pada sistem ini berupa nilai parameter kuantitatif vegetasi yaitu kerapatan,kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominasi, dominasi relatif, indeks nilai penting dan indeks tingkat keanekaragaman.


Menurut saya sistem ini sangat berguna karena tidak perlu waktu lama untuk mengetahui tingkat keanekaragaman tumbuhan vegetasi. Sistem ini juga dapat menghindari human error karena jika dilkakuan secara manual mengakibatkan kelelahan.

Metode Penelitian dan Telaah Pustaka (IV)

Sumber:

Skripsi milik IMANUEL dari program studi Ilmu Komputer fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor dengan judul “SISTEM PENGENAL KATA SEDERHANA (Si-PKS) MENGGUNAKAN MODEL HIDDEN MARKOV (Studi Kasus dengan Sistem Pengolah Kata)”.

http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/2203


Skripsi ini memiliki latar belakang yaitu Indonesia memiliki keanekanekaragaman budaya termasuk bahasa sehingga variasi pengucapan kata berdasarkan dialeg sangat beragam dan berbeda. Sehingga perlu adanya dikembangkan sebuah sistem yang mengenali kata sederhana berdasarkan dari dialeg.

Tentu saja tujuan skripsi ini untuk mengenali pengucapan kata dari dialeg yang berbeda.


Ulasan:

Dalam penelitian ini dipelajari metode pengenalan Hidden Markov Modelling(HML). Akurasi pengenalan sistem diuji berdasarkan jumlah kata dalam kamus, jumlah kata yang akan dikenali, panjang fonem pembentuk kata dan tingkat kesalahan penguji.

Pada penelitian ini jumlah kata dalam kamus kata 1 yaitu 34 kata memiliki tingkat keberhasilan 55,15% atau 150 kata dari dari 272 kata yang ditampilkan. Sedangkan kamus kata 2 dengan 97 kata memiliki tingkat tingkat keberhasilan sebesar 40,52% atau 124 kata dari 306 kata yang ditampilkan.

Jumlah kata yang akan dikenali dan panjang fonem pembentuk kata juga mempengaruhi tingkat keberhasilan pengenalan kata. Kalimat dengan jumlah kata yang sedikit dan fonem pembentuk kata yang pendek memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah kata yang banyak dan fonem pembentuk kata yang panjang.

Ternyata hasil dari penelitian ini tingkat keberhasilan pengenalan kata yang terbaik yaitu kamus data 1 dengan jumlah kata yang sedikit dan fonem pembentuk kata yang sedikit.


Menurut saya sistem pengenal kata ini sangat berguna karena di Indonesia terdiri dari beragam bahasa sehingga dengan sistem ini kita dapat mengetahui dialeg tersebut berasal dari daerah mana. Sistem ini sudah cukup baik namun diharapkan pengembangannya dengan tidak hanya kata sederhana saja.

Metode Penelitian dan Telaah Pustaka (III)

Sumber :

Skripsi milik Esi Hisnaina dari program studi Ilmu Komuputer fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor dengan judul “Sistem Informasi Kepariwisataan (Studi Kasus Propinsi Banten)”.

http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/2303


Skripsi ini memiliki latar belakang yaitu selama ini promosi kepriwisataan Propinsi Banten hanya menggunakan brosur, pameran wisata dan kegiatan wisata sehingga tidak optimal dalam mempromosikannya.

Tujuan dari skripsi ini untuk membuat promosi lebih optimal sehingga wisatawan asing dapat tertarik


Ulasan:

Sistem informasi kepariwisataan ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan System Development Life Cycle(SDLC) yang menurut McLeod(1996) yang terdiri atas empat fase yaitu perencanaan, analisis, desain, dan implementasi.

Sistem ini berbasis web dan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam user interface. Sistem ini menyediakan informasi kepariwisataan berupa informasi Propinsi Banten secara umum, kota dan kabupaten yang ada di Propinsi Banten,informasi objek pariwisata yang terdapat di Propinsi Banten, paket wisata, akomodasi, rumah makan, transportasi, agen wisata dan Dinas Pariwisata.

Sistem ini dilengkapi dengan fasilitas buku tamu, dua fasilitas pencarian yaitu simple search dan advance search. Metode pencarian yang digunakan adalah pengindeksan berbasis teks yang berguna untuk mencari kata dalam dokumen teks dan metode pencarian pada basis data.


Menurut saya sistem ini sudah sangat baik. Tetapi jika ada forum maka informasi yang didapat bisa lebih dinamis. Mungkin bisa memberikan penilaian tentang sebuah tempat wisata yang ada di Propinsi Banten sehingga dapat dikembangkan lagi tempat wisata tersebut.

 
Copyright 2009 Clara. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase